Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-07 09:42:39【Kabar Kuliner】703 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(23253)
Artikel Terkait
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- Perkuat kemitraan, ASEAN
- Pentingnya nutrisi untuk ongak pada pemulihan stroke
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030
- BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir
- Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025
- Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut
Resep Populer
Rekomendasi

Ini kronologi lengkap temuan

Resep roti tawar rasa kopi ala Roti O, cocok untuk sarapan dan ngopi

368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG

Kemnaker mulai buka pendaftaran peserta Magang Nasional Batch 2

Menteri PANRB pastikan persiapan tata kelola ekosistem pendukung MBG

Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif

Warga Taiwan Berbondong

KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat